Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

My Hero Academia: Review Lengkap Anime yang Raih Anime of the Year 2026

My Hero Academia
 My Hero Academia (catchplay.com)

KIDSZONE - Perjalanan panjang anime My Hero Academia akhirnya mencapai garis akhir pada tahun 2026 dengan cara yang spektakuler. Serial yang telah menemani penggemar selama hampir satu dekade ini tidak hanya sukses menutup kisah Izuku Midoriya dan para pahlawan U.A. High, tetapi juga berhasil meraih penghargaan tertinggi sebagai Anime of the Year dalam ajang bergengsi Crunchyroll Anime Awards 2026. Artikel ini akan mengulas secara mendalam perjalanan anime My Hero Academia, mulai dari musim final yang memukau, episode-episode spesial penutup, hingga berbagai proyek terbaru yang masih terus berlanjut meskipun seri utamanya telah usai.

Perjalanan Dekade My Hero Academia Menuju Puncak

My Hero Academia pertama kali hadir sebagai manga karya Kohei Horikoshi yang mulai diserialisasi di majalah Weekly Shonen Jump milik Shueisha pada Juli 2014. Cerita tentang seorang bocah tak berquirk bernama Izuku Midoriya yang bercita-cita menjadi pahlawan terhebat di dunia—di tengah masyarakat di mana hampir semua orang memiliki kekuatan super—langsung menyita perhatian pembaca. Adaptasi anime dari studio Bones pertama kali tayang pada tahun 2016, dan sejak saat itu My Hero Academia tumbuh menjadi salah satu waralaba anime dan manga paling sukses di generasinya.

Sepanjang delapan musim penayangannya, serial ini berhasil mempertahankan kualitas konsisten, baik dari sisi animasi, pengembangan karakter, maupun alur cerita yang emosional. Musim kedelapan sekaligus musim terakhir resmi dirilis pada Oktober 2025 dan berakhir pada Desember 2025 dengan total 11 episode yang intens. Musim final ini mengadaptasi sisa cerita dari volume 40 hingga volume 42 manga, mencakup chapter 399 hingga 430. Kohei Horikoshi sendiri terlibat secara mendalam dalam produksi musim terakhir ini dan bahkan menyediakan adegan-adegan orisinal baru yang tidak ada dalam manga.

Kesuksesan Gemilang Musim Final dan Rekor yang Ditorehkan

Musim kedelapan My Hero Academia tidak hanya menjadi penutup yang memuaskan, tetapi juga mencetak berbagai rekor yang belum pernah diraih oleh anime shonen legendaris sekalipun. Seluruh episode di musim ini mendapatkan rating di atas 9.0 di IMDb—sebuah pencapaian yang bahkan tidak berhasil diraih oleh Naruto, One Piece, maupun Dragon Ball. Episode 3 dari musim ini bahkan mencatatkan rating tertinggi 9.8, sementara rating terendahnya pun tetap berada di angka 9.1 yang luar biasa.

Kualitas musim final ini diakui secara luas oleh para penggemar dan kritikus. Banyak yang menyebutnya sebagai salah satu season anime terbaik dalam ingatan terkini. Pertarungan klimaks antara Deku melawan Tomura Shigaraki dan All Might melawan All For One menjadi puncak dari seluruh konflik yang telah dibangun sejak awal serial. Setiap pertarungan disajikan dengan animasi yang prima oleh Studio Bones, menjadikan momen-momen penting dalam manga terasa lebih hidup dan berkesan.

Puncak dari seluruh pencapaian ini terjadi pada 23 Mei 2026, ketika My Hero Academia Final Season resmi dinobatkan sebagai Anime of the Year dalam ajang Crunchyroll Anime Awards 2026 yang digelar di Tokyo. Setelah lebih dari 10 tahun sejak anime pertama kali tayang, dan setelah beberapa kali nominasi di ajang yang sama, serial ini akhirnya berhasil membawa pulang penghargaan tertinggi tersebut. Selain kategori utama, musim final ini juga memenangkan kategori Best Anime Supporting Character untuk Katsuki Bakugo, Best Anime Ending Sequence untuk lagu "I" dari BUMP OF CHICKEN, dan Best Anime Voice Artist Performance (French) untuk Bastien Bourlé.

Episode Spesial "More": Penutup yang Melengkapi

Meskipun musim kedelapan telah berakhir pada Desember 2025, para penggemar masih disuguhkan dengan satu episode bonus yang menjadi pelengkap sempurna bagi kisah para karakter. Episode berjudul "More" ini tayang pada 2 Mei 2026 di berbagai platform streaming legal di Indonesia, seperti Vidio, Crunchyroll, Netflix, Bstation (Bilibili), dan iQIYI.

Episode "More" mengadaptasi chapter 431 dari manga, yang merupakan bab tambahan yang hanya tersedia dalam volume terakhir (volume 42) dan tidak dimuat dalam rilis mingguan. Cerita dalam episode ini berlatar delapan tahun setelah kelulusan para siswa Kelas 1-A dari U.A. High. Episode ini dibuka dengan Ochaco Uraraka yang terbangun dari mimpi berulang tentang Toga Himiko, sebelum kemudian menunjukkan kehidupannya saat ini sebagai konselor bagi anak-anak yang kesulitan dengan quirk mereka.

Salah satu momen paling dinantikan dalam episode ini adalah konklusi hubungan antara Deku dan Ochaco yang selama ini selalu berujung mengambang. Selain itu, "More" juga memberikan gambaran terkini mengenai peringkat terbaru para pahlawan. Dalam ranking yang ditampilkan, Mirio Togata (Lemillion) menduduki posisi nomor satu, diikuti oleh Shoto Todoroki di posisi kedua, Mt. Lady di posisi ketiga, Deku di posisi keempat, dan Bakugo di posisi kelima. Menariknya, Deku yang sempat kehilangan quirk One For All-nya kini dapat kembali bertindak sebagai pahlawan berkat bantuan setelan khusus yang dikembangkan oleh teman-teman sekelasnya.

"I Am a Hero Too": Penutup Resmi Seluruh Waralaba

Tidak berhenti di episode "More", waralaba My Hero Academia masih menyimpan satu kejutan terakhir bagi para penggemar. Pada 3 Agustus 2026, sebuah anime pendek berjudul "I Am a Hero Too" resmi dirilis secara global. Karya ini diadaptasi dari cerita satu chapter (one-shot) yang dimuat dalam fanbook resmi My Hero Academia: Ultra Age.

Berbeda dengan episode "More" yang berfokus pada Deku dan teman-temannya, "I Am a Hero Too" berpusat pada karakter Eri, gadis kecil yang diselamatkan Deku dan Mirio dari cengkeraman Overhaul. Cerita ini mengikuti perjalanan Eri di masa sekolah menengahnya, di mana ia telah tumbuh menjadi musisi berbakat yang sedang mempersiapkan debutnya, dengan Kyoka Jiro sebagai mentornya. Anime pendek ini memberikan penutup yang sangat dinantikan bagi busur karakter Eri, yang sempat terpinggirkan dalam cerita utama setelah arc Overhaul berakhir.

Dengan rilisnya "I Am a Hero Too" pada 3 Agustus 2026, seluruh cerita yang ditulis oleh Kohei Horikoshi untuk dunia My Hero Academia akhirnya mendapatkan adaptasi anime secara lengkap. Ini menandai berakhirnya secara resmi seluruh waralaba My Hero Academia setelah perjalanan yang berlangsung lebih dari satu dekade.

Proyek-Proyek Lain di Tahun 2026

Meskipun seri utama dan seluruh cerita tambahan telah usai, My Hero Academia tetap hadir dengan berbagai proyek menarik sepanjang tahun 2026. Film animasi ketiga, My Hero Academia: World Heroes' Mission, yang sebelumnya dirilis pada tahun 2021, resmi tayang di Netflix mulai 1 Juni 2026. Film ini berlatar di tengah musim kelima anime, tepatnya pada Arc Endeavor Agency, dan mengikuti petualangan Deku, Bakugo, dan Shoto di negara Otheon.

Selain itu, proyek live-action My Hero Academia yang diumumkan Netflix beberapa tahun lalu akhirnya mendapatkan kabar terbaru. Proses syuting dikabarkan akan dimulai pada akhir tahun 2026, dengan target rilis pada tahun 2027 atau 2028. Film ini akan disutradarai oleh Shinsuke Sato.

Di sisi lain, penggemar juga dapat menikmati game terbaru berjudul My Hero Academia: All's Justice yang dirilis oleh Bandai Namco Games dan studio Byking. Game ini menawarkan pengalaman merasakan langsung atmosfer Final War Arc, meskipun ulasan dari para pemain menunjukkan hasil yang beragam.

Tur konser internasional My Hero Academia in Concert juga menjadi bagian dari perayaan 10 tahun waralaba ini, dengan jadwal dimulai pada 12 September 2026 di Farmington, New Mexico, dengan total 35 lokasi pertunjukan.

Karakter-Karakter Ikonik dan Perkembangan Mereka

Salah satu kekuatan terbesar My Hero Academia adalah deretan karakternya yang kuat dan berkembang sepanjang cerita. Dalam polling popularitas terbaru, Izuku Midoriya (Deku) masih menduduki posisi pertama, diikuti oleh Shoto Todoroki di posisi kedua, Katsuki Bakugo di posisi ketiga, dan Ochaco Uraraka di posisi keempat.

Perjalanan Deku dari seorang bocah tak berquirk hingga menjadi salah satu pahlawan terhebat adalah inti dari keseluruhan cerita. Meskipun ia kehilangan quirk One For All setelah pertarungan final melawan All For One, Deku tidak pernah berhenti menjadi pahlawan. Ia memilih jalur sebagai guru di U.A. High, membimbing generasi baru pahlawan, sambil tetap bertindak sebagai pahlawan profesional dengan bantuan setelan khusus yang dikembangkan oleh teman-temannya. Dalam ranking pahlawan terbaru, Deku berhasil mencapai posisi keempat.

Sementara itu, Katsuki Bakugo yang dikenal dengan sifatnya yang eksplosif dan kompetitif, terus menunjukkan perkembangan karakternya. Rivalitasnya dengan Deku menjadi salah satu dinamika paling menarik sepanjang serial. Bakugo berhasil naik dari posisi ke-15 ke posisi ke-5 dalam ranking pahlawan setelah melihat Deku kembali aktif. Shoto Todoroki, yang telah melalui perjalanan emosional yang panjang dalam memperbaiki hubungan dengan keluarganya, berhasil menduduki posisi kedua sebagai pahlawan terbaik.

Mirio Togata, atau Lemillion, yang sempat kehilangan quirk-nya namun tetap menjadi salah satu karakter paling menginspirasi, akhirnya dinobatkan sebagai pahlawan nomor satu di era baru. Pencapaian ini terasa sangat bermakna mengingat Mirio adalah salah satu kandidat terkuat untuk mewarisi One For All sebelum akhirnya jatuh ke tangan Deku.

Mengapa My Hero Academia Begitu Berkesan

Keberhasilan My Hero Academia tidak hanya terletak pada aksi dan pertarungan yang spektakuler, tetapi juga pada kemampuannya menyampaikan pesan mendalam tentang arti kepahlawanan sejati. Serial ini mengajarkan bahwa menjadi pahlawan bukanlah tentang ketenaran atau kekuatan, melainkan tentang keinginan untuk menolong orang lain. Deku, yang lahir tanpa quirk, membuktikan bahwa semangat dan tekad bisa mengalahkan segala keterbatasan.

Musim final berhasil memberikan penutup yang memuaskan bagi seluruh penggemar setianya. Di tengah tren banyak serial shonen modern yang kesulitan memberikan akhir yang memuaskan—terutama setelah gelombang kritik terhadap beberapa ending serial besar—My Hero Academia justru berhasil "mendarat dengan sempurna". Ending yang emosional namun tetap memberi harapan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa musim final berhasil meraih gelar Anime of the Year.

Warisan yang Akan Terus Dikenang

My Hero Academia telah resmi mengakhiri perjalanannya setelah lebih dari satu dekade menemani jutaan penggemar di seluruh dunia. Dari seorang bocah cengeng tanpa kekuatan hingga menjadi pahlawan yang dihormati, kisah Izuku Midoriya akan terus dikenang sebagai salah satu cerita shonen terbaik di eranya.

Meskipun cerita utama telah usai, warisan My Hero Academia akan terus hidup melalui berbagai proyek spin-off seperti My Hero Academia: Vigilantes yang telah memasuki musim kedua, serta kenangan indah yang ditinggalkan bagi para penggemar. Seperti yang dikatakan dalam episode penutup: "Bye my hero academia... I Am Here Too".

Bagi Anda yang belum sempat menyaksikan perjalanan epik ini, seluruh musim My Hero Academia—termasuk musim final dan episode-episode spesialnya—dapat disaksikan melalui berbagai platform streaming seperti Crunchyroll, Netflix, Hulu, Vidio, dan iQIYI. Selamat tinggal, Deku. Selamat tinggal, My Hero Academia. Terima kasih telah mengajarkan kami arti menjadi pahlawan sejati.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • My Hero Academia: Review Lengkap Anime yang Raih Anime of the Year 2026
  • My Hero Academia: Review Lengkap Anime yang Raih Anime of the Year 2026
  • My Hero Academia: Review Lengkap Anime yang Raih Anime of the Year 2026
  • My Hero Academia: Review Lengkap Anime yang Raih Anime of the Year 2026
  • My Hero Academia: Review Lengkap Anime yang Raih Anime of the Year 2026
  • My Hero Academia: Review Lengkap Anime yang Raih Anime of the Year 2026