Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Review That Christmas: Film Animasi Netflix yang Siap Jadi Legenda Natal Baru

That Christmas
That Christmas (Netflix.com)

KIDSZONE - Netflix kembali menghadirkan suguhan spesial untuk menyambut musim liburan dengan merilis film animasi bertema Natal berjudul That Christmas. Film yang diadaptasi dari trilogi buku anak-anak karya Richard Curtis ini langsung menarik perhatian para pecinta film animasi dan penggemar genre Natal sejak trailer pertamanya diluncurkan. Dibalut dengan animasi memukau dari Locksmith Animation, rumah produksi di balik Ron's Gone Wrong, That Christmas tayang perdana di Netflix pada 6 Desember dan disambut hangat oleh penonton serta kritikus di seluruh dunia.

Richard Curtis Kembali dengan Sentuhan Natal yang Berbeda

Nama Richard Curtis mungkin sudah tidak asing lagi di telinga pecinta film romantis dan komedi Inggris. Sang maestro di balik Love Actually, Notting Hill, dan Four Weddings and a Funeral kini untuk pertama kalinya terjun ke dunia animasi. Dua dekade setelah Love Actually menjadi langganan tontonan musim dingin, Curtis kembali mengangkat tema Natal dengan pendekatan yang segar dan berbeda. Bersama Peter Souter, Curtis menulis skenario yang diadaptasi dari trilogi buku anak-anaknya sendiri, menghadirkan cerita yang sarat akan makna tentang keluarga, persahabatan, cinta, dan kesepian.

Berbeda dengan Love Actually yang menyoroti dinamika cinta orang dewasa di tengah hiruk-pikuk perayaan Natal, That Christmas justru mengangkat sudut pandang anak-anak dan bagaimana mereka menghadapi berbagai tantangan emosional selama musim liburan. Film ini tidak sekadar menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan bahwa Natal bukan hanya tentang hadiah dan dekorasi, melainkan tentang kehangatan hubungan antarmanusia dan penerimaan diri.

Sinopsis: Badai Salju dan Kekacauan di Wellington-on-Sea

That Christmas mengisahkan tentang kota kecil pesisir bernama Wellington-on-Sea yang dilanda badai salju terburuk dalam sejarah. Kejadian tak terduga ini mengacaukan semua rencana liburan warga, termasuk jadwal perjalanan Sinterklas yang sedang dalam misi mulia membagikan hadiah.

Di tengah badai yang menggila, Sinterklas yang diisi suaranya oleh aktor senior Brian Cox harus menghadapi situasi sulit. Sang Sinterklas hanya memiliki satu rusa kutub tersisa akibat penyakit yang menimpa kawanannya, dan ketegangan di antara mereka memuncak hingga Sinterklas sempat mengancam akan menggunakan kendaraan tanpa pengemudi di musim Natal berikutnya. Namun di balik semua kesulitan itu, kebahagiaan anak-anak di seluruh dunia, terutama yang tinggal di Wellington-on-Sea, tetap menjadi prioritas utamanya.

Sutradara Simon Otto menjelaskan bahwa film ini bercerita tentang Natal yang kacau, memaksa sekelompok anak dan orang tua untuk menerima kenyataan bahwa hidup tidak selalu bisa direncanakan. Kehidupan memang kacau, hubungan sering kali rumit, dan tradisi terkadang harus dievaluasi ulang. Pesan universal inilah yang membuat That Christmas terasa relevan tidak hanya bagi mereka yang merayakan Natal, tetapi juga bagi siapa pun yang pernah merasakan dinamika keluarga yang penuh pasang surut.

Deretan Pengisi Suara Bintang yang Memukau

Salah satu daya tarik utama That Christmas adalah jajaran pengisi suara bertabur bintang yang menghidupkan setiap karakter dengan sempurna. Brian Cox, yang dikenal luas melalui perannya sebagai Logan Roy dalam serial Succession, didapuk sebagai pengisi suara Sinterklas. Suara berat dan karismatik Cox memberikan dimensi baru pada sosok ikonik ini, menampilkan Sinterklas yang tidak hanya baik hati tetapi juga memiliki sisi humor dan kemanusiaan yang menggemaskan.

Bergabung bersama Cox adalah deretan aktor dan aktris papan atas Inggris lainnya. Fiona Shaw (Killing Eve, Harry Potter) mengisi suara Ms. Trapper, Jodie Whittaker (Doctor Who) sebagai Mrs. Williams, dan Bill Nighy (Love Actually, The Best Exotic Marigold Hotel) sebagai Bill. Lolly Adefope dan Alex Macqueen juga turut meramaikan film ini dengan karakter-karakter menarik lainnya.

Kehadiran para aktor berpengalaman ini memastikan bahwa setiap dialog terasa hidup dan emosional, dengan pengisi suara yang mampu menangkap nuansa komedi dan drama yang tertulis dalam skenario.

Animasi yang Memanjakan Mata dan Setting yang Magis

Dari segi visual, That Christmas menghadirkan kualitas animasi yang luar biasa. Locksmith Animation, yang sebelumnya sukses dengan Ron's Gone Wrong, sekali lagi membuktikan kepiawaiannya dalam menciptakan dunia animasi yang detail dan memukau. Setting kota pesisir Inggris di Wellington-on-Sea digambarkan dengan indah, lengkap dengan nuansa musim dingin yang magis. Salju yang turun dengan lebat, rumah-rumah bergaya klasik Inggris, dan suasana pantai yang dingin menciptakan latar belakang yang sempurna untuk kisah Natal yang hangat.

Salah satu ulasan menyebutkan bahwa animasi dalam film ini sangat memukau dengan detail, gaya visual, dan pengisi suara yang halus. Adegan-adegan aksi yang lucu dan plot yang bergerak cepat berhasil membuat anak-anak tetap terpaku di layar. Bahkan bagi pengamat film yang kritis, tidak ada yang salah secara visual dari film ini. That Christmas adalah sajian visual yang sumptuous, memanjakan mata dengan setiap bingkai yang ditampilkan.

Musik dan Lagu Original dari Ed Sheeran

Tak lengkap rasanya membahas film Natal tanpa menyentuh aspek musik. That Christmas mendapat sentuhan istimewa dari penyanyi dan penulis lagu kenamaan Ed Sheeran yang menulis dan merekam lagu original berjudul "Under The Tree" khusus untuk film ini. Sheeran mengungkapkan bahwa sejak memiliki anak, ia merasakan kekurangan film animasi Natal yang bagus untuk anak-anak, sehingga ia merasa proyek ini adalah sesuatu yang luar biasa untuk dibuat dan diberikan kepada dunia.

Lagu-lagu pop yang diselipkan di sepanjang film menambah warna dan suasana, mengiringi penonton dalam perjalanan emosional para karakter. Meskipun beberapa kritikus menyebut bahwa orang dewasa mungkin akan sedikit mendengus mendengar lelucon kentut atau lagu-lagu pop tertentu, anak-anak justru akan menikmati setiap momennya.

Respon Kritikus dan Penonton: Menuju Film Natal Klasik Baru

Sejak diputar perdana di BFI London Film Festival, That Christmas telah menerima berbagai ulasan positif dari para kritikus film. Banyak yang memprediksi bahwa film ini berpotensi menjadi klasik Natal baru yang akan dinikmati dari generasi ke generasi.

Sebuah ulasan menggambarkan That Christmas sebagai cerita Natal yang menawan dan lucu, penuh dengan kehangatan, humor, dan emosi yang halus. Karakter-karakter digambarkan dengan indah dan saling melengkapi secara alami, masing-masing membawa kekurangan, rasa tidak aman, atau trauma masa lalu yang hanya bisa dilunakkan oleh kebaikan, perhatian, dan cinta dari orang-orang di sekitar mereka.

Film ini dengan lembut merangkai kisah masa kecil dan rasa canggung yang manis, menambahkan ketulusan dan pesona pada cerita. Tidak seperti banyak film liburan yang terlalu manis, pesan yang disampaikan That Christmas terasa seimbang dan benar-benar menyentuh. Cerita yang dirancang dengan baik, dialog yang menarik dengan banyak komedi dan beberapa momen dramatis, serta karakter yang mudah disukai membuat film ini terasa segar dan menghangatkan hati.

Bahkan, That Christmas berhasil masuk dalam nominasi di ajang Children's and Family Emmy Awards 2026 dalam kategori Outstanding Animated Special, Outstanding Editing for an Animated Program, dan Outstanding Music Direction and Composition for an Animated Program. Pencapaian ini semakin menegaskan kualitas film yang dihadirkan.

Mengapa That Christmas Layak Masuk Daftar Tontonan Keluarga

Ada beberapa alasan mengapa That Christmas layak menjadi tontonan wajib keluarga di musim liburan. Pertama, film ini menawarkan cerita yang relatable bagi semua usia. Anak-anak akan terhibur dengan petualangan seru dan lelucon kocak, sementara orang dewasa akan menemukan lapisan makna yang lebih dalam tentang keluarga, penerimaan, dan pentingnya kehadiran.

Kedua, kualitas produksi yang tinggi menjamin pengalaman menonton yang memuaskan. Dari animasi yang detail hingga pengisi suara berbintang, semua elemen bekerja sama dengan harmonis. Ketiga, pesan moral yang disampaikan tanpa terkesan menggurui. Film ini mengajarkan bahwa kesalahan adalah bagian dari hidup, tradisi bisa berubah, dan yang terpenting adalah cinta serta dukungan dari orang-orang terdekat.

Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pengulas, jika Anda membutuhkan suntikan semangat liburan, film ini adalah sumber yang indah, membawa kegembiraan dan kehangatan bagi seluruh keluarga.

Kesimpulan: Perayaan Natal yang Tak Terlupakan

That Christmas adalah bukti bahwa Richard Curtis masih memiliki sentuhan ajaib dalam menceritakan kisah-kisah tentang cinta dan hubungan antar manusia, kali ini dibungkus dalam kemasan animasi yang memukau. Dengan menggabungkan humor khas Inggris, emosi yang tulus, dan visual yang menakjubkan, film ini berhasil menciptakan pengalaman Natal yang tak terlupakan. Bagi Anda yang mencari tontonan keluarga yang menghibur sekaligus bermakna di tengah hiruk-pikuk perayaan akhir tahun, That Christmas adalah pilihan yang tepat.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Review That Christmas: Film Animasi Netflix yang Siap Jadi Legenda Natal Baru
  • Review That Christmas: Film Animasi Netflix yang Siap Jadi Legenda Natal Baru
  • Review That Christmas: Film Animasi Netflix yang Siap Jadi Legenda Natal Baru
  • Review That Christmas: Film Animasi Netflix yang Siap Jadi Legenda Natal Baru
  • Review That Christmas: Film Animasi Netflix yang Siap Jadi Legenda Natal Baru
  • Review That Christmas: Film Animasi Netflix yang Siap Jadi Legenda Natal Baru