Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Trolls World Tour: Petualangan Musik Penuh Warna dan Makna

Trolls World Tour
Trolls World Tour (catchplay.com)

KIDSZONE - Tahun 2020 menjadi tahun yang istimewa bagi para penggemar film animasi dengan dirilisnya Trolls World Tour, sekuel dari film Trolls (2016) yang sangat populer. Film animasi musikal garapan DreamWorks Animation ini disutradarai oleh Walt Dohrn dan David P. Smith, serta didistribusikan oleh Universal Pictures. Dirilis secara digital melalui platform Video on Demand (VOD) pada 10 April 2020, Trolls World Tour langsung mencatat sejarah sebagai debut film digital terbesar sepanjang masa dan film dengan jumlah pre-order tertinggi.

Dengan durasi sekitar 91 menit, film ini membawa penonton kembali ke dunia penuh warna yang dihuni oleh makhluk-makhluk kecil berambut panjang yang tak pernah berhenti bernyanyi dan menari. Namun kali ini, petualangan Poppy dan Branch tidak lagi terbatas pada satu desa kecil—mereka akan menjelajahi enam kerajaan Troll yang berbeda, masing-masing dengan genre musik dan gaya hidup yang unik.

Sinopsis: Misi Menyatukan Enam Kerajaan Musik

Cerita Trolls World Tour dimulai dari kehidupan bahagia Poppy (diisi suara oleh Anna Kendrick) yang kini telah resmi menjadi Ratu Troll Pop. Bersama dengan Branch (Justin Timberlake) dan seluruh warga Pop Village, mereka menjalani hari-hari penuh tarian dan nyanyian. Namun ketenangan itu terusik ketika Poppy menerima surat undangan dari Ratu Barb (Rachel Bloom), pemimpin Troll Rock, yang mengajaknya menghadiri sebuah pesta musik.

Ayah Poppy, Raja Peppy (Jeffrey Tambor), langsung panik mendengar nama Ratu Barb. Dalam kepanikannya, ia mengungkapkan sebuah rahasia besar yang selama ini disembunyikan: ternyata bangsa Troll tidak hanya terdiri dari satu suku Pop saja. Dahulu kala, terdapat enam suku Troll yang hidup rukun di enam kerajaan berbeda: Pop Village, Techno-Land, Funk-Land, Classic-Land, Country-Village, dan Hard Rock-Land. Masing-masing suku memiliki senar ajaib sebagai perlambang genre musik mereka, dan keenam senar itu jika disatukan akan menghasilkan kekuatan dahsyat.

Namun konflik dan keinginan untuk tampil lebih menonjol memecah belah mereka. Para leluhur sepakat untuk membagi senar ajaib dan hidup terpisah, tidak saling berinteraksi. Kini, Ratu Barb berniat mengumpulkan semua senar ajaib untuk menyatukan seluruh Troll di bawah satu aliran musik: Hard Rock. Ia ingin menghancurkan semua genre musik lain agar Rock menjadi satu-satunya musik yang dominan.

Poppy yang awalnya menganggap undangan Ratu Barb sebagai kesempatan emas untuk menyatukan kembali bangsa Troll, segera menyadari maksud jahat di baliknya. Bersama Branch dan ditemani Biggie (James Corden), ia memulai petualangan untuk menghentikan rencana Ratu Barb dan menyelamatkan keberagaman musik di dunia Troll.

Karakter dan Pengisi Suara: Deretan Bintang di Balik Layar

Salah satu daya tarik utama Trolls World Tour adalah deretan pengisi suara berbakat yang menghidupkan karakter-karakternya. Anna Kendrick kembali memerankan Poppy, ratu Troll Pop yang ceria, berani, dan penuh semangat. Justin Timberlake mengisi suara Branch, troll yang awalnya pemurung namun kini telah berubah menjadi pribadi yang lebih terbuka dan memiliki perasaan romantis terhadap Poppy.

Rachel Bloom tampil sebagai Ratu Barb, antagonis utama film ini yang merupakan ratu dari suku Hard Rock dengan ambisi besar untuk menguasai seluruh dunia Troll. James Corden kembali sebagai Biggie, salah satu teman setia Poppy. Deretan bintang lainnya termasuk Kelly Clarkson, Anderson .Paak, Sam Rockwell, George Clinton, Mary J. Blige, Kenan Thompson, dan Ozzy Osbourne sebagai Raja Trash, ayah Ratu Barb.

Yang menarik, film ini juga menggandeng girl group K-Pop Red Velvet yang menyumbangkan lagu "Zimzalabim" sebagai bagian dari soundtrack. Kehadiran Red Velvet menambah keberagaman musik dalam film dan menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar K-Pop di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Keindahan Visual dan Animasi yang Memukau

Trolls World Tour menghadirkan peningkatan signifikan dalam hal visual dibandingkan film pertamanya. DreamWorks Animation berhasil menciptakan dunia yang jauh lebih luas dan beragam dengan desain yang sangat kreatif. Setiap suku Troll memiliki estetika visual yang unik dan mencerminkan genre musik mereka.

Suku Techno digambarkan dengan dunia bawah air yang dipenuhi lampu neon berwarna cerah, menciptakan suasana futuristik yang memukau. Suku Country menampilkan pemandangan pedesaan yang hangat dan ramah dengan nuansa western yang kental. Sementara itu, Hard Rock Land hadir dengan suasana gelap, liar, dan penuh energi—sesuai dengan karakter musik rock itu sendiri.

Para kritikus pun mengakui keindahan visual film ini. Banyak yang memberikan pujian khusus untuk animasi yang "stunning" atau "mencengangkan". Warna-warna yang digunakan sangat kaya dan berani, menciptakan pengalaman sinematik yang benar-benar memanjakan mata. Bahkan bagi mereka yang mengkritik aspek cerita, hampir semuanya sepakat bahwa kualitas animasi Trolls World Tour berada di tingkat atas.

Soundtrack: Perayaan Musik dalam Segala Genre

Sebagai film musikal, Trolls World Tour menawarkan pengalaman audio yang sangat kaya. Justin Timberlake yang juga menjabat sebagai produser musik memastikan setiap lagu sesuai dengan tema dan suasana setiap adegan. Soundtrack film ini mencakup campuran hit klasik dan lagu-lagu original yang dibawakan dengan semangat dan energi tinggi.

Beberapa lagu unggulan dalam film ini antara lain "The Other Side" yang dibawakan oleh SZA dan Justin Timberlake, "Trolls Wanna Have Good Times" oleh Anna Kendrick dan para pengisi suara Pop Trolls, "Don't Slack" oleh Anderson .Paak dan Justin Timberlake, serta "Just Sing" yang dinyanyikan oleh Justin Timberlake dan Anna Kendrick.

Yang membuat soundtrack ini istimewa adalah keberagamannya. Penonton dapat menikmati berbagai genre musik dalam satu film: pop, rock, funk, country, techno, klasik, hingga K-Pop. Bahkan ada elemen yodel, smooth jazz, dan hip hop yang turut mewarnai petualangan para Troll. Keberhasilan film ini dalam merayakan musik dari berbagai genre membuatnya meraih penghargaan Best Original Song in Animated Film pada ajang Hollywood Music in Media Awards.

Pesan Moral: Keberagaman adalah Kekuatan

Di balik warna-warni dan musik yang meriah, Trolls World Tour menyampaikan pesan moral yang sangat kuat dan relevan. Inti dari cerita ini adalah tentang pentingnya menghargai perbedaan dan hidup dalam harmoni meskipun memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

Film ini mengajarkan bahwa keberagaman bukanlah sesuatu yang harus ditakuti atau dihilangkan, melainkan sebuah kekayaan yang patut dirayakan. Setiap genre musik—dan dengan perluasan makna, setiap budaya—memiliki keindahan dan nilai tersendiri yang tidak bisa digantikan oleh yang lain. Seperti yang disampaikan dalam salah satu pesan film, "menyangkal perbedaan berarti menyangkal siapa diri kita sebenarnya".

Poppy dan Branch melalui perjalanan mereka belajar bahwa mendengarkan orang lain adalah kunci untuk menciptakan harmoni. Mereka juga memahami bahwa kepemimpinan yang baik bukanlah tentang memaksakan kehendak, melainkan tentang merangkul perbedaan dan menemukan titik temu di antara berbagai pihak. Pesan tentang toleransi, rasa hormat terhadap identitas yang berbeda, dan kekuatan cinta yang rela berkorban menjadi benang merah yang menghubungkan seluruh adegan dalam film ini.

Respons Kritikus dan Penonton: Antara Pujian dan Kritik

Sejak dirilis, Trolls World Tour menerima beragam tanggapan dari kritikus dan penonton. Di situs agregator Rotten Tomatoes, film ini memperoleh skor 71 persen dari para kritikus, sementara di IMDb film ini meraih rating 6,1 dari 10 berdasarkan lebih dari 16.000 penilaian.

Para kritikus memuji kualitas animasi yang memukau dan soundtrack yang enerjik. Namun banyak yang mengkritik alur cerita yang dianggap terlalu sederhana dan terburu-buru. Beberapa menyebut bahwa film ini "memprioritaskan tontonan di atas substansi" dan tidak memiliki "semangat yang sama" dengan film pertamanya. Seorang kritikus dari The Guardian bahkan menggambarkannya sebagai "sekuel yang membuat mata terpesona" namun "mengikuti template hambar yang sama dengan film pertama".

Dari sisi penonton, responsnya juga beragam. Banyak orang tua yang mengapresiasi film ini sebagai hiburan keluarga yang aman dan menyenangkan. Anak-anak tampaknya sangat menikmati warna-warni cerah, lagu-lagu catchy, dan karakter-karakter yang lucu. Namun beberapa penonton dewasa merasa film ini "terlalu banyak bernyanyi" dengan "dialog yang dangkal" dan "cerita yang nol". Ada pula yang menganggap film ini terlalu "woke" atau sarat dengan pesan politik yang tidak subtle.

Meskipun demikian, Trolls World Tour berhasil mencatatkan kesuksesan komersial yang luar biasa. Film ini meraup sekitar 100 juta dolar AS dari perilisan digital langsung—sebuah pencapaian fenomenal mengingat situasi pandemi yang saat itu melanda. Film ini juga mendominasi tangga lagu VOD dan terus memimpin box office domestik dalam beberapa pekan setelah perilisannya.

Kesimpulan: Sebuah Perayaan yang Layak Dinikmati

Trolls World Tour mungkin bukan film animasi dengan cerita paling kompleks atau karakter paling mendalam. Namun film ini berhasil melakukan apa yang menjadi tujuannya: menghibur. Dengan visual yang memukau, musik yang enerjik, dan pesan positif tentang keberagaman, film ini menjadi pilihan hiburan yang tepat untuk ditonton bersama seluruh keluarga.

Bagi para penggemar film pertama, sekuel ini menawarkan perluasan dunia yang menarik dengan enam kerajaan baru yang masing-masing memiliki keunikan tersendiri. Bagi penonton baru, film ini dapat dinikmati sebagai petualangan mandiri yang penuh warna dan keceriaan.

Yang paling penting, Trolls World Tour mengingatkan kita bahwa di dunia yang sering terpecah oleh perbedaan, musik dan keberagaman justru bisa menjadi jembatan yang menyatukan. Seperti yang diajarkan Poppy dan Branch dalam petualangan mereka—perbedaan bukanlah ancaman, melainkan anugerah yang membuat dunia ini lebih indah dan berwarna.

Baca Juga:
Tersalin 👍

Berita Terbaru

  • Trolls World Tour: Petualangan Musik Penuh Warna dan Makna
  • Trolls World Tour: Petualangan Musik Penuh Warna dan Makna
  • Trolls World Tour: Petualangan Musik Penuh Warna dan Makna
  • Trolls World Tour: Petualangan Musik Penuh Warna dan Makna
  • Trolls World Tour: Petualangan Musik Penuh Warna dan Makna
  • Trolls World Tour: Petualangan Musik Penuh Warna dan Makna